Standar Kualitas Air Ideal Ikan Discus (pH, TDS, Suhu): Panduan Uji dan Koreksi agar Discus Sehat
Jika Ikan Discus dijuluki "Raja Akuarium," maka air adalah singgasananya. Tidak seperti ikan hias lainnya, Discus (terutama strain liar) sangat sensitif terhadap perubahan parameter air. Memahami dan menjaga standar kualitas air adalah kunci untuk mendapatkan Discus yang sehat, memiliki warna cerah, dan tumbuh optimal.
Panduan ini akan membedah tiga parameter air paling krusial—pH, TDS, dan Suhu—serta langkah-langkah praktis untuk menguji dan mengoreksinya agar sesuai dengan kebutuhan Raja Akuarium Anda.
1. Suhu Air (Temperature): Faktor Kunci Metabolisme
Suhu adalah parameter air paling mudah diukur, tetapi paling sering diabaikan. Suhu yang konsisten dan tinggi sangat penting bagi Discus.
Standar Ideal Suhu:
- Dewasa dan Pasangan Kawin: 30°C hingga 31°C (86°F hingga 88°F).
- Burayak (Anak Ikan): 30°C hingga 32°C (86°F hingga 89°F).
Mengapa Suhu Tinggi Penting?
Suhu yang hangat (di atas 30°C) membantu meningkatkan metabolisme Discus, membuat mereka lebih aktif, cepat lapar, dan mempercepat pertumbuhan. Suhu yang lebih tinggi juga membantu Discus melawan dan mencegah penyakit serta parasit yang tidak dapat mentolerir panas tinggi.
2. pH Air (Potensi Hidrogen): Menentukan Keasaman
pH mengukur tingkat keasaman atau kebasaan air. Discus pada umumnya lebih menyukai air yang sedikit asam.
Standar Ideal pH:
- Discus Hias (Non-Breeding): pH 6.0 hingga 7.0.
- Breeding (Pemijahan): Lebih disukai pada pH 5.5 hingga 6.5.
Cara Mengoreksi dan Menjaga pH:
- Menurunkan pH (Membuat Asam): Gunakan Daun Ketapang karena secara alami melepaskan tanin yang bersifat asam, yang juga memiliki manfaat antibakteri dan mengurangi stres.
- Menjaga Stabilitas: Stabilitas lebih penting daripada nilai absolut. Fluktuasi pH yang cepat (perubahan besar setelah Water Change) akan lebih fatal daripada pH yang sedikit tinggi tetapi stabil.
3. TDS (Total Dissolved Solids): Indikator Kesadahan Air
TDS mengukur total padatan terlarut (garam, mineral, dan bahan organik) dalam air, yang secara langsung berkaitan dengan kesadahan air. Discus menyukai air yang lunak, artinya memiliki TDS rendah.
Standar Ideal TDS:
- Discus Hias Dewasa: TDS 200 hingga 400 ppm (part per million).
- Breeding (Pemijahan): TDS di bawah 200 ppm, idealnya sekitar 100-200 ppm.
Cara Menurunkan TDS (Membuat Air Lunak):
Jika air keran Anda memiliki TDS di atas 400 ppm (seperti yang umum terjadi di banyak daerah), Anda wajib menggunakan sistem Reverse Osmosis (RO). Sistem RO adalah metode paling efektif untuk menghasilkan air dengan TDS yang sangat rendah, kemudian air tersebut dicampur dengan air keran (atau mineral khusus) hingga mencapai target TDS ideal.
Pengendalian pemakaian pakan dan pupuk tanaman juga berkontribusi pada menjaga nilai TDS dalam batas yang aman.
4. Parameter Nitrogen (Amonia, Nitrit, Nitrat)
Selain tiga parameter di atas, parameter nitrogen harus selalu dijaga ketat:
- Amonia (NH3) dan Nitrit (NO2): Harus selalu 0 ppm. Nilai di atas 0 menunjukkan filter biologis belum matang atau sedang bermasalah.
- Nitrat (NO3): Harus dijaga di bawah 20 ppm. Lebih dari 40 ppm akan menyebabkan stres dan masalah kesehatan jangka panjang pada Discus.
Koreksi: Cara terbaik untuk mengendalikan Nitrat adalah dengan Water Change rutin dan menjaga jumlah Discus di akuarium agar tidak terlalu padat (overpopulated).
Kesimpulan: Kunci ada pada Stabilitas
Memelihara Ikan Discus bukanlah tentang mencapai nilai pH atau TDS yang "sempurna" secara satu kali, melainkan tentang menjaga stabilitas. Gunakan termometer, pH meter, dan TDS meter secara rutin untuk memantau perubahan. Dengan menjaga suhu yang hangat dan parameter air yang stabil di rentang ideal, Anda telah memberikan lingkungan terbaik bagi Raja Akuarium untuk tumbuh dan menampilkan keindahan maksimalnya.
Bagaimana cara Anda menjaga kestabilan TDS dan pH air? Bagikan tips Anda di kolom komentar!

Posting Komentar